Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Paus Fransiskus dirawat di ruangan yang sama dengan St. Yohanes Paulus II

Paus Fransiskus dirawat di ruangan yang sama dengan St. Yohanes Paulus II

Selama beberapa hari ke depan, Paus Fransiskus akan tinggal di Rumah Sakit Universitas Gemelli, yang terletak di atas Monte Mario, bukit tertinggi di Roma

Paus Fransiskus yang saat ini sedang dalam proses pemulihan usai menjalani operasi usus besar minggu ini dirawat di kamar yang sama di mana Yohanes Paulus II dirawat selama masa kepausannya.

Pada 6 Juli, dua hari setelah operasi, Vatikan mengatakan bahwa paus dapat beristirahat dengan baik di rumah sakit itu dan pemeriksaan lanjutan rutinnya berjalan dengan lancar.

“Pagi ini dia sarapan, membaca koran, dan jalan-jalan,” kata Matteo Bruni, direktur kantor pers Tahta Suci.

Selama minggu ini, Paus Fransiskus dijadwalkan akan tinggal di Rumah Sakit Universitas Gemelli, yang terletak di atas Monte Mario, bukit tertinggi di Roma.




Paus dirawat di kamar yang terletak di lantai 10 di sayap yang disediakan untuk keadaan darurat medis kepausan. Ruang medis paus dapat dikenali dari jalan melalui lima jendela besar yang ditutupi dengan tirai putih.

Ia dirawat di ruangan yang sama di mana Yohanes Paulus II tinggal selama menjalani berbagai perawatan di rumah sakit itu, termasuk setelah operasi usus besar pada tahun 1992 dan setelah ditembak dalam suatu upaya pembunuhan pada tahun 1981.

Selama lebih dari 25 tahun masa kepausannya, St Yohanes Paulus II dirawat di rumah sakit berkali-kali sehingga ia pernah menyebut Gemelli sebagai “Vatikan ketiga” setelah Kota Vatikan dan Castel Gandolfo, kediaman musim panas para paus.

Perbandingan tersebut melahirkan spekulasi apakah Paus Fransiskus akan menyampaikan pidato Angelus pada hari Minggu dari jendela rumah sakit, seperti yang dilakukan oleh Yohanes Paulus II.

- Newsletter -

Hingga 6 Juli, pidato Angelus menjadi satu-satunya acara di kalender publik Paus Fransiskus untuk beberapa minggu ke depan. Paus menangguhkan audiensi umum hari Rabu selama bulan Juli.

Paus Fransiskus memberikan keterangan pers di atas pesawat kepausan dalam penerbangannya kembali dari lawatan ke Irak, 8 Maret 2021. (Foto oleh Yara Nardi/Reuters)

Juru bicara Vatikan Matteo Bruni mengatakan pada 5 Juli bahwa paus diperkirakan akan menghabiskan tujuh hari untuk pemulihan di rumah sakit, kecuali jika ada komplikasi.

Paus Fransiskus menjalani operasi usus besar selama tiga jam pada Minggu malam tanggal 4 Juli.

Proses itu melibatkan sebuah tim medis yang terdiri dari 10 orang. Beberapa media Italia, termasuk surat kabar Roma, Il Messaggero, melaporkan bahwa “komplikasi” muncul, menyebabkan operasi menjadi lebih invasif daripada laparoskopi yang direncanakan semula.

Namun Vatikan belum mengkonfirmasi hal tersebut.

Pada usia 84 tahun, Paus Fransiskus hanya menjalani satu kali operasi selama delapan tahun sebagai paus. Ia terakhir menjalani operasi katarak pada tahun 2019.

Awal tahun ini, Bapa Suci terpaksa melewatkan beberapa acara publik karena sakit punggungnya kambuh pada akhir tahun 2020. Paus Fransiskus menderita kondisi ini selama beberapa tahun.

Para pemimpin agama dan politik di seluruh dunia telah menyampaikan harapan dan doa mereka untuk Paus Fransiskus saat ia dirawat di rumah sakit.

Uskup Agung José Gomez, presiden konferensi para uskup AS, berdoa untuk pemulihan Paus Fransiskus pada Hari Kemerdekaan AS.

“Saat kami merayakan 4 Juli, umat Katolik di seluruh Amerika Serikat meluangkan waktu untuk berdoa bagi Bapa Suci. Kami bergabung dengan saudara dan saudari kami di seluruh dunia menrdoakan pemulihan Paus Fransiskus,” katanya.

“Tuhan, semoga gembala kami dan semua orang yang dirawat di rumah sakit mendapatkan kesembuhan, kekuatan dan penghiburan dalam kasih-Mu.”

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest