Home LiCAS.news Bahasa Indonesia News (Bahasa) Indonesia larang perayaan Idul Adha secara publik karena pandemi

Indonesia larang perayaan Idul Adha secara publik karena pandemi

Indonesia melaporkan jumlah kasus COVID-19 yang lebih tinggi daripada negara-negara lain di dunia, dengan 1.338 kematian baru pada hari Senin

Listen to this article: Indonesia bans public celebrations of Eid al-Adha due to pandemic

Pemerintah Indonesia melarang semua perayaan Idul Adha atau Hari Raya Kurban secara publik yang jatuh pada hari Selasa, 20 Juli.

Kementerian Agama Republik Indonesia mengatakan shalat berjamaah selama perayaan itu, yang juga dikenal sebagai Lebaran Haji di Indonesia, dilarang untuk menghindari penyebaran penyakit virus corona.

Protokol kesehatan yang ketat juga harus diperhatikan dalam penyembelihan hewan, dan masyarakat hanya boleh  mengandalkan rumah potong hewan resmi negara dan yang akan mendistribusikan daging ke rumah-rumah.



Idul Adha adalah salah satu dari dua hari raya penting yang dirayakan oleh umat Islam di dunia untuk menghormati kesediaan Ibrahim untuk mengorbankan putranya Ishak sebagai tindakan ketaatan kepada perintah Allah.

Perjanjian Lama Alkitab menceritakan kisah tentang bagaimana Abraham mengambil putranya Ishak untuk dikorbankan tetapi sebelum dia melakukannya, Tuhan menyediakan seekor domba untuk dikorbankan.

Untuk memperingati momen suci ini, hewan dikorbankan secara ritual selama festival. Sepertiga dagingnya dikonsumsi oleh keluarga yang mempersembahkan kurban, sedangkan sisanya dibagikan kepada fakir miskin dan yang membutuhkan.

Jumlah rata-rata kasus lebih dari 50.000 kasus COVID-19 per hari, Indonesia sekarang dianggap sebagai pusat pandemi baru di Asia.

Pertemuan keagamaan dan perjalanan pada akhir bulan suci Ramadhan dianggap sebagai penyebaran virus dalam beberapa pekan terakhir.

- Newsletter -

Diperburuk oleh penyebaran varian Delta yang lebih ganas, Indonesia telah melaporkan lebih banyak kasus COVID-19 baru dibandingkan negara-negara lain, menurut rata-rata selama tujuh hari yang dilacak Reuters.

Indonesia kini menempati posisi kedua setelah Brasil dalam hal jumlah kematian, dengan jumlah kematian baru mencapai  1.338  pada 19 Juli.

Pemerintah menghadapi kritikan di beberapa media tentang penanganan pandemi dan menurut publikasi Tempo dalam editorial pada hari Senin, penyangkalan situasi ini oleh para pejabat negara telah merusak upaya untuk mengendalikan wabah.

Indonesia memberlakukan langkah-langkah paling ketat untuk menahan laju virus tersebut sejak 3 Juli dan pemerintah  mempertimbangkan untuk memperpanjang PPKM yang berakhir pada hari Selasa.

Para ahli kesehatan telah mendorong pemerintah untuk memperpanjang PPKM darurat, meskipun Emil Arifin, wakil asosiasi restoran, mengatakan bahwa lebih dari 400 restoran di wilayah Jabodetabek terancam ditutup secara permanen jika pembatasan berlanjut tanpa kompensasi. – dengan laporan dari Reuters

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Make a difference!

We work tirelessly each day to support the mission of the Church by giving voice to the voiceless.
Your donation will add volume to our effort.
Monthly pledge

Latest