Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Buka hatimu untuk mendengar suara Tuhan selama Prapaskah, kata paus

Buka hatimu untuk mendengar suara Tuhan selama Prapaskah, kata paus

Menjelang dimulainya masa Prapaskah, Paus Fransiskus meminta rahmat Tuhan sehingga membantu umat Katolik merayakan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus dengan hati yang diperbarui, dan menolak “bapak segala dusta” (iblis).

Dalam sebuah pesan yang dikeluarkan pada 24 Februari, paus meminta umat Katolik untuk kembali kepada “batu penjuru” dari kehidupan pribadi dan komunal sebagai orang Kristen selama masa Prapaskah, membiarkan “misteri besar” akan kematian dan kebangkitan untuk tumbuh dalam pikiran dan hati mereka.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa Kabar Gembira itu merupakan sumber kegembiraan orang Kristen, mengungkap “kebohongan bahwa hidup kita harus kita lakukan sesuai keinginan kita.”




Paus mengingatkan bahwa jika sebaliknya orang-orang mendengarkan “suara menggoda dari bapak segala dusta,” mereka akan dihadapkan dengan “neraka di bumi,” suatu kenyataan yang dipenuhi dengan terlalu banyak peristiwa tragis dalam pengalaman pribadi dan kolektif manusia.

Paus lebih lanjut meminta umat Katolik agar pada masa Prapaskah mengalami penderitaan, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Kristus sebagai peristiwa yang nyata hadir. Dengan demikian, kata paus, akan memungkinkan mereka untuk “melihat dan menyentuh dengan iman akan tubuh Kristus di dalam mereka yang menderita.”

Paus Fransiskus menambahkan bahwa dengan Kabar Gembira yang menjadi fokus kehidupan seorang Kristen, umat beriman akan merasakan “belas kasihan terhadap luka-luka Kristus yang tersalibkan yang hadir dalam banyak korban perang yang tidak bersalah, kekerasan terhadap kehidupan, dari yang belum lahir hingga orang lanjut usia, dan berbagai bentuk kekerasan.”

Paus juga mengatakan bahwa orang-orang Kristen akan merasakan penderitaan Kristus dalam bencana lingkungan, distribusi kekayaan yang tidak merata, perdagangan manusia, dan “kehausan yang tak terkendali akan keuntungan,” yang ia sebut sebagai “bentuk penyembahan berhala.”

- Newsletter -

“Saya memohon kepada Maha Kudus Maria untuk mendoakan agar perayaan Prapaskah kita akan membuka hati kita untuk mendengar panggilan Tuhan untuk didamaikan dengan-Nya, untuk membantu kita fokus pada misteri Paskah, dan untuk dipertobatkan menuju dialog yang terbuka dan tulus dengan dia,” kata Paus Fransiskus.

“Dengan cara ini, kita akan menjadi seperti yang diminta Kristus kepada para murid-Nya: menjadi garam dunia dan terang dunia.”

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest