Para pemimpin Gereja di seluruh Asia bersatu dalam mendukung seruan Paus Fransiskus untuk peduli pada ciptaan saat Gereja Katolik merayakan peringatan lima tahun ensiklik Laudato si pada pekan ini
Dalam sebuah pesan video, Kardinal Ignatius Suharyo dari Jakarta meminta umat beriman untuk memiliki “hati yang mulia” serta menjadikan bumi sebagai tempat yang sejahtera dan damai untuk semua ciptaan.
Di Pakistan, Uskup Indrias Rehmat dari Faisalabad mengingatkan orang-orang Kristen untuk berkomitmen dalam “merawat dan memanfaatkan sumber daya dan ciptaan Tuhan dengan perhatian dan kasih.”
Prelatus itu menghimbau umat beriman untuk menggunakan produk-produk ramah lingkungan, bukan kantung plastik yang tidak bisa didaur ulang, yang menimbulkan ancaman bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan, lapor Vatikan News.
Gereja di India meluncurkan buku kecil yang mempromosikan gaya hidup berkelanjutan bahkan selama pandemi coronavirus.
Juga di India, imam Redemptorist Pastor Ivel Mendanha merilis serangkaian video yang berisikan refleksi harian tentang kepedulian terhadap lingkungan.
Para Jesuit di India juga telah mendorong para siswa untuk bergabung dengan kelompok “Tarumitra (Friends of Trees),” sebuah organisasi mahasiswa yang bertujuan untuk melindungi dan mempromosikan lingkungan yang sehat.
Kardinal Suharyo, ketua Konferensi Waligereja Katolik Indonesia, mengatakan peringatan Minggu Laudato si mengajak semua orang untuk peduli terhadap lingkungan seperti yang diserukan paus.

Pada tanggal 17 Mei, Paus Fransiskus menyatakan harapan bahwa refleksi dan komitmen bersama umat manusia “akan membantu menciptakan dan memperkuat perilaku konstruktif untuk pemeliharaan ciptaan.”
Paus mengatakan setiap orang dipanggil untuk lebih menyadari pentingnya “merawat rumah kita bersama” terutama selama pandemi.
Takhta Suci sebelumnya mengumumkan peringatan “Peringatan Khusus Laudato si” yang bertujuan untuk menekankan “pertobatan ekologis dalam aksi.”
Dalam sebuah pernyataan, Dikasteri untuk Mempromosikan Pembangunan Manusia Integral mengatakan bahwa ensiklik itu sangat relevan saat ini, saat dunia menghadapi pandemi.
“COVID-19 benar-benar memperjelas seberapa dalam keterhubungan dan ketergantungan kita satu sama lain,” bunyi pernyataan itu.
“Saat kita mulai membayangkan dunia pasca-COVID, kita terutama membutuhkan pendekatan integral karena semuanya saling terkait dan masalah saat ini membutuhkan visi yang mampu memperhitungkan setiap aspek dari krisis global ini,” tambah pernyataan itu.
Berbagai kegiatan, seperti layanan doa dan webinar untuk perawatan lingkungan, pendidikan, dan ekonomi, telah dijadwalkan sepanjang tahun.
Umat Katolik diingatkan bahwa Laudato si dapat menjadi ‘pedoman moral dan spiritual untuk menciptakan dunia yang lebih peduli, persaudaraan, damai, dan berkelanjutan” di tengah pandemi.
“Kita sebenarnya memiliki kesempatan unik untuk mengubah kesusahan dan keluhan saat ini untuk melahirkan cara baru hidup bersama, yang terikat bersama dalam cinta, kasih sayang dan solidaritas dan hubungan yang lebih harmonis dengan bumi, rumah kita bersama,” bunyi pernyataan Vatikan.