Home LiCAS.news Bahasa Indonesia Church & Society (Bahasa) Kedamaian dan persatuan hanya bisa terwujud melalui upaya bersama

Kedamaian dan persatuan hanya bisa terwujud melalui upaya bersama

Berbagai hal yang muncul saat ini, di samping situasi pandemi, menjadi pertanda bahwa masyarakat membutuhkan keamanan, kebahagiaan dan kedamaian . Ada yang melakukan hal-hal yang merusak seperti mencuri, merampas tanah, membunuh, dan banyak lagi. Kekerasan bertumbuh subur karena banyak orang yang tidak mengakui diri mereka sendiri.

Pembentukan terhadap anak-anak dalam keluarga tidak dilakukan sebagaimana layaknya mereka dibimbing dan diajarkan. Anak-anak dan remaja menemukan diri mereka tersesat dan menggunakan hal-hal yang menurut mereka akan memberi mereka rasa puas. Mereka lebih dipengaruhi oleh media sosial daripada bimbingan orangtua atau orang-orang yang berpengalaman.

Kita dipanggil untuk melakukan apa yang seharusnya kita lakukan, yang bisa kita kontribusi, pada pembentukan masyarakat kita dan Gereja, sebagai orang tua, guru, pelayan publik dan remaja bersama dengan para imam, suster dan bruder dalam memenuhi Misi Kristus.




Dalam masa-masa sulit ini, kita harus berada bersama keluarga kita sendiri. Menyelenggarakan lokakarya bagi orang tua akan bermanfaat bagi mereka untuk memahami perubahan yang terjadi, sehingga dengan demikian, memungkinkan mereka untuk menangani situasi dengan penuh percaya diri.

Kita semua menginginkan yang baik dan kita harus bekerja sama untuk mewujudkan perdamaian. Upaya individu, komunitas dan keluarga, memungkinkan kedamaian, keamanan dan kebahagiaan berlimpah di hati orang, dalam keluarga dan dalam masyarakat. Di mana ada kekerasan dan tidak menghormati orang lain dan dalam keluarga, kita harus mempromosikan rasa hormat karena di sinilah perdamaian sejati tumbuh.

Dalam ensiklik Fratelli Tutti, yang bertujuan untuk mempromosikan aspirasi universal menuju persaudaraan dan persahabatan sosial, Paus Fransiskus mengatakan kepada kita bahwa waktunya telah tiba untuk “bermimpi sebagai satu keluarga manusia” di mana kita adalah “semua saudara dan saudari. “.

Yesus berdoa untuk perdamaian dan persatuan seperti yang saya kutip dari Kitab Suci berikut ini:

- Newsletter -

“Supaya mereka semua menjadi satu, seperti Engkau ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau. Agar mereka juga di dalam kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah mengutus Aku.” ( Yoh 17:21)

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” “(Yoh 14:27)

Di Tahun Baru 2021 ini, doa dan harapan saya bagi kita semua adalah agar kita dapat menerima kedamaian yang Yesus ingin berikan kepada kita dan kesatuan yang berasal dari hubungan kita dengan Bapa dan Yesus melalui Roh Kudus sebagai “awam yang suci dan dibina yang diutus untuk melayani ”.

Kardinal Sir John Ribat MSC adalah Uskup Agung Port Moresby. Artikel ini dikutip dari Church Alive, sebuah publikasi Konferensi Waligereja Papua Nugini & Kepulauan Solomon.

© Copyright LiCAS.news. All rights reserved. Republication of this article without express permission from LiCAS.news is strictly prohibited. For republication rights, please contact us at: [email protected]

Support LiCAS.news

We work tirelessly each day to tell the stories of those living on the fringe of society in Asia and how the Church in all its forms - be it lay, religious or priests - carries out its mission to support those in need, the neglected and the voiceless.
We need your help to continue our work each day. Make a difference and donate today.

Latest